KAWASAN
KUMUH DIKOTAKU
Nama : Atur M. Simamora
NIM : 181201063
Kelas : KSH6
Yoo
kawan Assalamu’alaikum.. Aku tinggal diujung dari provinsi Sumatera Utara yang
berbatasan dengan Provinsi Riau tepatnya. Aku menempati daerah yang sedang
berkembang, Namanya adalah Kotapinang. Daerah dengan dihiasi pembangunan-pembangunan
jalan, rumah sakit, dll.
Disini,
ada banyak tempat yang indah untuk menikmati sore ataupun akhir pekan. Disini
juga terdapat tempat yang kumuh, kumal, kotor, tempat sampah bertebaran, padahal
tempat ini bisa dikatakan aib bagi daerah ku. Yaa bagaimana tidak dikatakan
sebagai aib???.. Bayangin aja, sampah, bertebaran dan bau tetapi, masih saja
dibiarkan oleh pemerintah setempat. Udah gituu nihh…ditempat tersebut, sudah
ada larangan untuk membuang sampah, tetapi masih banyak mereka yang tak peduli.
Bukan kawan, bukan.. Mereka bukan tak berpendidikan, sehingga membuang sampah
ditempat yang dilarang, mereka punya mobil, motor dan baju yang bagus tapi tak
ada sedikitpun rasa kepedulian di dirinya akan kehiduan disekelilingnya, mereka
hanya egois, dikarenakan kejelekan ditempat itu, tak ada hubungannya dengan
kehidupan mereka. Dan kau tahu teman tempatnya???... Ya ditempat yang strategis
, yaitu dijalan Lintas Sumatera menuju Provinsi Riau.
Sungguh
aib bagi daerahku, yang tidak tahu menahu bagaimana lagi untuk mengatasinya
dikarenakan sudah menumpuk dan menggunung. Sungguh aib bagi para pemerintah
daerah yang sudah berkali kali berganti omong dan janji, tapi tak merubah
apapun, hanya membangun, tapi tidak mau bergerak, untuk merubah sesuatu yang
rusak. Aib bagi pemuda berpendidikan yang telah diberi dana ooleh daerah untuk
mengemban Pendidikan Sarjana, yang sekembalinya dia sama sekali tidak bergerak
melakukan perubahan. Aib sungguh aib bagi penulis, yang sudah memperhatikan
sejak lama tapi hanya menambah papan larangan yang tak dipedulikan, orang orang
dan akhirnya akan lapuk dan akan menjadi sampah juga akhirnya.
Sungguh
ironis, bagi daerah yang mempunyai Kawasan kumuh, yang pemuda pemudanya
dipenuhi orang orang berpendidikan. Miris ketika seseorang lewat ditempat kumuh
tapi dipikirannya tidak ada sedikitpun terlintas untuk peduli, setidaknya hanya
memikirkan. Miris ketika para wakil rakyat banyak omong untuk kemaslahatan rakyat,
tapi tak peduli akan hal ini.
Yooo
kawan kawan, sudah diakhir, Hmm Pesan dari ku Kawan Mari Take Action,
mulai dari hal kecil aja dulu sebelum terlanjur. Yaahh minimal tidak buang
sampah sembarangan lah, atau buang pada tempatnya. Karena hal kecil yang
dilakukan secara rutin akan membuat suatu hal yang besar dikemudian hari.
Yowesss
dah dulu, Jika ada yang salah ataupun keliru dari tulisan saya, alangkah
baiknya dikritik dan diberi saran. Dan mungkin kalau ada yang salah paham, mari
berdiskusi untuk mencari kebenarannya bukan mencari pembenarannya.
Woke
Sekian Assalamu’alaikum ^^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar